Source: News.GP
MILAN – Ketegangan di internal tim Monster Energy Yamaha MotoGP tampaknya berada di titik nadir. Juara dunia MotoGP 2021, Fabio Quartararo, secara terbuka menyatakan enggan untuk melanjutkan program pengembangan mesin baru Yamaha YZR-M1 V4 berkapasitas 850 cc. Pembalap asal Prancis tersebut berdalih ada "alasan pribadi" di balik keputusan mengejutkannya ini.
Namun, di balik frasa "alasan pribadi" tersebut, terungkap sebuah kekecewaan mendalam dari sang pembalap terhadap kebijakan manajemen pabrikan garpu tala. Pemicu utama perselisihan ini adalah larangan dari Yamaha bagi Quartararo untuk mengikuti tes tengah musim di Red Bull Ring, Austria.
Pada tes tersebut, Quartararo sejatinya sangat ingin menjajal ban Pirelli, yang dijadwalkan akan menjadi pemasok ban tunggal MotoGP pada era baru regulasi 2027. Sial bagi Quartararo, permintaannya ditolak mentah-mentah oleh manajemen Yamaha. Larangan ini bukan tanpa alasan, sebab pembalap berjuluk El Diablo itu sudah resmi menandatangani kontrak dan dipastikan pindah ke tim rival, Honda Racing Corporation (HRC), mulai musim 2027.
"Saya selalu memberikan seratus persen, tetapi situasi ini terasa tidak adil. Saya merasa terus-menerus dijadikan pebalap tes untuk masa depan yang tidak akan saya alami di sini, tanpa mendapatkan hak istimewa yang sama," ujar sumber terdekat yang menggambarkan kekesalan personal Quartararo.
Mengingat masa depannya tidak lagi berada di Iwata, Quartararo merasa tidak memiliki kewajiban moral maupun motivasi untuk membangun pondasi mesin V4 baru yang nantinya justru akan dinikmati oleh pembalap lain. Ia menegaskan hanya akan fokus membalap demi hasil terbaik di sisa seri musim berjalan, tanpa mau menyentuh komponen jangka panjang.
Respons Keras Manajemen Yamaha
Sikap mogok uji coba dari Quartararo langsung memantik reaksi keras dari petinggi Yamaha. Dua sosok senior di garasi, Paolo Pavesio dan Massimo Meregalli, melontarkan kritik balik yang tidak kalah tajam melalui media.
Pihak manajemen menilai sikap Quartararo sudah tidak lagi objektif dan profesional.
Mereka menyentil balik kebiasaan sang pembalap yang kerap mengeluhkan performa motor M1 saat ini, namun di sisi lain justru menolak dan mengkritik tim saat diminta menguji suku cadang baru yang disiapkan sebagai solusi.
Dengan hubungan yang kian memanas dan saling sindir di media, sisa kontrak Quartararo bersama Yamaha diprediksi akan berjalan penuh ketegangan hingga akhir musim.

0 Komentar