Marc Marquez Ungkap Alasannya Minta Isack Hadjar Absen di F1 GP Belanda


ARAGON
– Pembalap legendaris MotoGP, Marc Marquez, akhirnya buka suara terkait keterlibatan pribadinya dalam keputusan besar yang diambil oleh pembalap muda Formula 1 Red Bull Racing, Isack Hadjar. Marquez mengonfirmasi bahwa dirinyalah yang menyarankan Hadjar untuk absen dari gelaran F1 GP Belanda 2026 di Sirkuit Zandvoort akibat cedera retak tulang pergelangan tangan.

Hubungan komunikasi yang tak terduga antara bintang MotoGP dan F1 ini rupanya dijembatani oleh kesamaan tim fisioterapis. Hadjar, yang saat ini baru menginjak usia 21 tahun, mendapati dirinya berada dalam posisi dilematis setelah mengalami cedera pergelangan tangan akibat kecelakaan kecil saat latihan tinju di jeda musim panas.

Marquez mengungkapkan bahwa pembalap muda asal Prancis tersebut sempat menghubunginya secara pribadi untuk meminta masukan mengenai batas toleransi rasa sakit fisik seorang pembalap profesional di atas lintasan.
"Saya memahami betul apa yang dia rasakan. Di usia 21 tahun, ketika Anda berada di tim papan atas seperti Red Bull, sangat sulit secara mental untuk menerima keputusan melewatkan satu balapan. Anda selalu berpikir bisa memaksakannya," ujar Marquez.

Mendengar keraguan Hadjar, juara dunia MotoGP delapan kali tersebut langsung memberikan wejangan keras berdasarkan pengalaman kelamnya sendiri. Marquez merujuk pada peristiwa tahun 2020 di Jerez, di mana ia memaksakan diri kembali balapan hanya beberapa hari setelah operasi patah lengan kanan—sebuah keputusan fatal yang berujung pada komplikasi panjang dan hampir menghancurkan karier balapnya.

"Saya katakan padanya secara terbuka: melewatkan satu balapan tidak akan mengubah hidupmu. Namun, memperparah cedera karena kembali terlalu cepat bisa mengubah hidupmu selamanya. Kariermu di F1 masih sangat panjang," tegas Marquez.

Nasihat dari sang senior terbukti manjur. Isack Hadjar akhirnya memilih melunakkan egonya dan mundur dari GP Belanda demi fokus pada pemulihan total. Absennya Hadjar memaksa manajemen Red Bull melakukan perombakan kursi dadakan di Zandvoort, dengan mempromosikan Liam Lawson sebagai rekan setim Max Verstappen dan memanggil kembali Yuki Tsunoda untuk mengisi kekosongan di tim Racing Bulls.

Keputusan mundur ini dinilai sebagai langkah paling bijak bagi masa depan Hadjar. Saat ini, sang pembalap muda dilaporkan tengah menjalani program rehabilitasi intensif dan menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Ia diproyeksikan siap kembali mengaspal dalam kondisi bugar seratus persen pada seri berikutnya di F1 GP Italia di Sirkuit Monza.

Posting Komentar

0 Komentar