Berdasarkan data yang dihimpun, rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menggunakan sebuah kapal cepat (speedboat). Sekitar pukul 14.42 WIB, salah satu jurnalis sempat mengirimkan pesan bagikan lokasi (share location) kepada rekannya di Lampung dengan koordinat terakhir terdeteksi di posisi 6°14'40.52"S 105°40'49.48"T. Namun, seluruh komunikasi terputus total sejak pukul 15.04 WIB.
Daftar lima jurnalis yang berada di dalam kapal tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas (pewarta foto LKBN ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu Agency), dan Donal (jurnalis lepas). Sementara tiga kru kapal yang mendampingi adalah Warta (55/Nakhoda), Surakman (60/ABK), dan Heriyanto (49/Pemandu).
Kepala Kantor Basarnas Banten menyatakan bahwa operasi pencarian kini melibatkan tim SAR gabungan dari Banten dan Lampung, Ditpolairud Polda Banten, serta Mabes Polri. Wilayah penyisiran diperluas dari perairan Carita hingga mendekati pulau-pulau di sekitar Gunung Anak Krakatau. Untuk memaksimalkan pencarian, tim di lapangan juga dikabarkan mulai mengerahkan drone termal.
Kendati demikian, proses evakuasi dan penyisiran menghadapi kendala besar akibat faktor alam. Gelombang tinggi, angin kencang, serta pekatnya sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau membuat jarak pandang tim penyelamat menjadi sangat terbatas. Pihak berwenang mengimbau kapal-kapal nelayan yang melintas di sekitar Selat Sunda untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan kapal atau korban.
0 Komentar